Saham Gudang Garam Anjlok 4,49 Persen Usai Melonjak Pekan Lalu

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkoreksi 4,49 persen ke level Rp 20.750 per lembar pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi setelah saham perseroan sempat menyentuh level tertinggi tahunan di posisi Rp 21.825 pada hari yang sama.

Aksi lepas saham oleh investor asing mendadak terjadi dengan catatan penjualan bersih atau net sell mencapai Rp 12,59 miliar. Sebanyak 2,34 juta saham GGRM ditransaksikan dengan frekuensi 4.723 kali dan total nilai transaksi sebesar Rp 49,85 miliar.

Kondisi ini berbalik arah dibanding pergerakan sepanjang 3 hingga 7 Agustus 2026. Pada periode pekan lalu tersebut, pemodal luar negeri mencatatkan akumulasi net buy hingga Rp 130,39 miliar yang memicu lonjakan harga saham sebesar 14,34 persen hingga ditutup pada level Rp 21.725 pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Laju harga saham perseroan sempat melampaui estimasi Mandiri Sekuritas yang sebelumnya mematok target harga GGRM pada posisi Rp 19.100 di pasar sekunder. Penguatan harga saham didorong oleh pemulihan kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun. Angka ini mengalami kenaikan drastis hingga 2.440 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang tercatat Rp 117,16 miliar, sehingga laba per saham melesat dari Rp 61 menjadi Rp 1.547 per lembar.

Lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh langkah efisiensi memangkas beban pokok penjualan dari Rp 40,58 triliun menjadi Rp 35,19 triliun. Upaya penghematan produksi dan biaya karyawan berhasil mengerek laba bruto dari Rp 3,78 triliun menjadi Rp 5,98 triliun, kendati pendapatan bersih turun 7,19 persen menjadi Rp 41,17 triliun akibat pelemahan segmen sigaret kretek mesin (SKM).

Di sisi lain, lini bisnis infrastruktur perseroan masih mencatatkan rugi operasional sebesar Rp 166,9 miliar pada semester I-2026, membaik dari posisi rugi Rp 332,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian operasional ini ditopang pendapatan pengerjaan konstruksi jalan tol Kediri-Tulungagung senilai Rp 465,72 miliar.

Anak usaha perseroan, PT Surya Dhoho Investama, juga mencatat beban amortisasi hak konsesi Bandara Dhoho sebesar Rp 124,17 miliar serta liabilitas jangka panjang senilai Rp 590,35 miliar atas perjanjian konsesi jasa bersama PT Angkasa Pura I. Per 30 Juni 2026, total aset Gudang Garam mencapai Rp 77,87 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp 8,71 triliun serta liabilitas total Rp 13,77 triliun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed