— Peningkatan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), layanan cloud, dan pola kerja hybrid mendorong organisasi memperkuat keamanan identitas sebagai bagian penting transformasi digital. Pendekatan Zero Trust kian diterapkan untuk memastikan identitas, perangkat, dan akses melewati proses verifikasi sebelum mendapat hak akses.

Isu ini menjadi salah satu pembahasan pada World AI Show Indonesia 2026 yang digelar pada 7–8 Juli 2026 di Sheraton Grand Jakarta. Di ajang tersebut, Primary Guard bekerja sama dengan JumpCloud menampilkan sejumlah pendekatan keamanan identitas yang ditujukan mendukung penerapan AI secara lebih aman dan terukur di lingkungan perusahaan.

Fokus Pada Pengelolaan Identitas Menyeluruh

Seiring meluasnya adopsi AI, tantangan keamanan meluas tidak hanya pada pengguna tetapi juga perangkat, akun layanan, hingga agen AI yang dipakai dalam proses bisnis. Kondisi ini menuntut tata kelola identitas yang mampu mengawasi seluruh ekosistem digital secara terpadu.

Pameran menampilkan demonstrasi integrasi Identity and Access Management (IAM), Mobile Device Management (MDM), Single Sign-On (SSO), Multi-Factor Authentication (MFA), serta kebijakan Zero Trust dalam satu ekosistem pengelolaan identitas.

Agentic IAM dan Diskusi Implementasi

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Agentic Identity and Access Management (Agentic IAM), pendekatan yang memperluas pengelolaan identitas hingga mencakup agen AI sehingga tata kelola akses dapat diterapkan secara lebih menyeluruh.

Selain demonstrasi, agenda pameran menyediakan ruang diskusi mengenai tantangan implementasi keamanan identitas di tengah penggunaan AI yang meningkat, termasuk pengelolaan akses, perlindungan data, dan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang.

Ambisi Indonesia dan Kolaborasi Penyedia Teknologi

CEO Primary Guard Sdn Bhd, Johary Mustapha, menilai Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan AI di Asia Tenggara. Menurutnya, perkembangan itu perlu diiringi penguatan keamanan digital agar transformasi organisasi berlangsung berkelanjutan.

“Indonesia sedang membangun salah satu ekosistem AI paling ambisius di Asia Tenggara dan ambisi tersebut membutuhkan fondasi keamanan identitas yang kuat bagi perusahaan modern,”

Melalui kolaborasi dengan JumpCloud, Johary berharap organisasi dapat lebih siap menerapkan pendekatan Zero Trust sehingga adopsi AI berjalan lebih aman dan berkelanjutan.

World AI Show Indonesia 2026 menjadi forum yang mempertemukan pemimpin bisnis, praktisi teknologi, pembuat kebijakan, investor, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan AI serta penerapannya di berbagai sektor. Menyelenggarakan rangkaian keynote, diskusi panel, dan sesi networking, acara tahun ini mengusung tema ‘Architecting Indonesia’s Sovereign & Scalable AI Future’ dan menyoroti pentingnya keamanan identitas sebagai fondasi ekosistem AI yang tepercaya.