AchmadNurHidayat.ID — PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyelesaikan Factory Acceptance Testing untuk perangkat wet plant pada proyek kabel laut Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Pengujian dilakukan bersama HMN Technologies Co., Limited sebagai penyedia solusi jaringan kabel bawah laut.
Sistem MIC-3 dirancang menghadirkan konektivitas berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai gerbang digital internasional dan Indonesia. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat koridor digital Singapura–Johor–Batam serta mendukung perkembangan pusat data dan penerapan teknologi artificial intelligence di kawasan ASEAN.
Teknologi dan Kapasitas
Chief Technology Officer MoraRepublic Michael C. McPhail menyebut MIC-3 sebagai inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital regional. “Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional,” ujar Michael dalam keterangan persnya.
Michael mengatakan sistem ini akan menyediakan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, serta memberi fleksibilitas untuk perluasan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui kemampuan branching yang disiapkan.
MIC-3 menggunakan dua 32FP branching unit dari HMN Tech yang dilengkapi teknologi 16FP optical switch. Teknologi tersebut menawarkan kemampuan optical switching yang memungkinkan pengalihan layanan komunikasi secara presisi antara jalur utama (trunk) dan jalur percabangan (branch), sehingga sistem diharapkan dapat beradaptasi dengan peningkatan kebutuhan bandwidth.
Executive Vice President HMN Tech Ma Yanfeng menambahkan bahwa proyek ini memakai kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech yang menawarkan kapasitas sangat tinggi dan latensi sangat rendah. Infrastruktur dirancang untuk memenuhi kenaikan kebutuhan bandwidth sekaligus menjadi fondasi bagi perkembangan industri digital regional.
Rencana Konektivitas dan Ekspansi
Michael menyatakan MoraRepublic menyiapkan dua reserved branching unit untuk memperluas konektivitas ke destinasi potensial, termasuk rencana koneksi ke Jakarta. “Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” tuturnya.
Pascamerger, MORA juga menjaga momentum pengembangan bisnis melalui penambahan jaringan homepass, perluasan jaringan fiber to the home (FTTH), dan penambahan titik layanan fixed wireless access (FWA). Perusahaan menargetkan penambahan jutaan homepass, pembangunan situs FWA, serta ekspansi FTTH di sejumlah kota dan kabupaten untuk mendukung pertumbuhan pelanggan.
Alasan Merger dan Sinergi
MORA merupakan hasil merger antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik yang mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 26 Maret 2026, dengan tanggal efektif penggabungan usaha pada 22 April 2026.
Direktur Utama dan CEO MORA Timotius Max Sulaiman mengatakan tujuan utama merger adalah mempercepat pengembangan bisnis kedua perusahaan yang sebelumnya telah tumbuh positif. Menurut Timotius, penggabungan menciptakan skala usaha lebih besar dan memperluas kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur digital nasional.
Timotius menjelaskan kombinasi kekuatan jaringan backbone yang dimiliki Moratelindo dan jaringan akses pelanggan ritel dari MyRepublic akan mendorong ekspansi jaringan, efisiensi operasional, dan penetrasi pasar di seluruh Indonesia. “Dari sisi jaringan backbone yang sudah sangat masif dan jaringan akses yang dimiliki MyRepublic, ketika digabungkan menjadi satu, akan menciptakan kekuatan yang jauh lebih besar dalam mempercepat pengembangan bisnis dan penetrasi pasar,” kata Timotius.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
