Prabowo Dorong Kemudahan Skema Kredit Motor Listrik Nasional
Presiden RI Prabowo Subianto meminta sektor perbankan menekan suku bunga cicilan dan membebaskan uang muka kredit motor listrik pada peresmian Motor Listrik Nasional di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Langkah penyesuaian skema pembiayaan tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat beralih ke kendaraan listrik serta menekan biaya transportasi harian hingga 50 sampai 70 persen dibandingkan motor berbahan bakar minyak.
"Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," kata Presiden Prabowo Subianto.
Efisiensi biaya operasional dipandang Presiden sebagai alasan utama bagi masyarakat untuk segera meninggalkan penggunaan kendaraan konvensional.
"Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin, ya rasain sendiri," kata Presiden Prabowo Subianto.
Di samping dorongan efisiensi moda transportasi, Presiden turut menyoroti daya tahan masyarakat kelas bawah yang tetap mampu bertahan di tengah keterbatasan ekonomi, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan alam nasional dari praktik ilegal.
"Rakyat kita masih banyak yang miskin, yang luar biasa rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu stel, rumahnya hanya gedek. Makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum," kata Presiden Prabowo Subianto.
Karakter ramah bangsa Indonesia dinilai Presiden kerap disalahartikan oleh pihak luar sebagai bentuk kelemahan dalam menjaga potensi resources milik negara.
"Tidak pernah saya mengajak kita untuk membenci. Sifat bangsa kita justru sangat ramah, kita terkenal dengan keramahan kita, kebaikan kita. Itu adalah DNA kita, itu adalah memang sifat kita," kata Presiden Prabowo Subianto.
Kelemahan respons tersebut dianggap memberi celah bagi pihak luar untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara tidak sah.
"Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah. We are considered the soft state," kata Presiden Prabowo Subianto.
Besarnya wilayah nasional kerap membuat warga tidak menyadari melimpahnya potensi sumber daya yang dimiliki.
"Negara kita sangat besar, kadang-kadang saking besarnya, kita tidak sadar berapa besar negara kita. Dan negara kita sangat kaya, saking banyak kekayaan kita kadang-kadang kita nggak sadar betapa kaya kita," kata Presiden Prabowo Subianto.
Eksploitasi tanpa izin dan penyelundupan sumber daya alam dinilai Presiden membutuhkan reaksi dan tindakan yang lebih cepat dari pemerintah serta masyarakat.
"Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita. Begitu lama sumber alam kita diambil, diselundupkan, dilakukan tambang ilegal. Harta kita, kekayaan kita diambil di depan mata kita, kadang kita lambat bereaksi," kata Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi arahan Kepala Negara, Badan Pengelola Investasi Danantara menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan seluruh lembaga keuangan Himbara untuk mengeksekusi skema pembiayaan ramah konsumen tersebut.
"Kami pun sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan institusi finansial di bawah Danantara, bahwa kami siap mendukung," kata CEO Danantara Rosan Roeslani.
Rancangan insentif pembiayaan mencakup pemangkasan suku bunga, perpanjangan masa tenor, penghapusan DP 10 persen, hingga opsi tukar tambah kendaraan bensin ke motor listrik.
"DP yang selama ini 10 persen akan kita coba reduce, bahkan kita coba hilangkan," kata CEO Danantara Rosan Roeslani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow