Polisi Tangkap Remaja Pelaku Penembakan Massal di Lexington
Aparat kepolisian menangkap Jametrius M. Griffin, pemuda berusia 18 tahun, yang dituduh melancarkan penembakan massal di Charles Young Park, Lexington, Kentucky, Amerika Serikat, hingga menewaskan seorang remaja dan melukai empat warga lainnya.
Kepolisian Lexington mengonfirmasi bahwa Griffin kini menghadapi tuduhan pembunuhan, penganiayaan, serta perusakan barang bukti atas insiden maut yang terjadi pada 15 Agustus tersebut. Hingga saat ini, belum dipastikan apakah tersangka telah didampingi kuasa hukum.
Petugas pertama kali merespons laporan tembakan saat festival musim panas di taman tersebut sebelum pukul 19.00 waktu setempat. Korban tewas diidentifikasi oleh Kantor Koroner Fayette County sebagai Di'Zhon Robertson yang berusia 16 tahun akibat luka tembak di rumah sakit lokal, sementara korban luka mencakup balita berusia 4 tahun, remaja 14 tahun, dan dua orang dewasa.
Wali Kota Lexington Linda Gorton menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk mendampingi para korban dan masyarakat pascainsiden tragis di acara East End Day tersebut.
"Kita lebih bertekad dari sebelumnya untuk melindungi kaum muda kita, dan membantu mereka berpaling dari kekerasan," kata Linda Gorton, Wali Kota Lexington.
Sebagai langkah penanganan pascadevaskasi tersebut, pihak balai kota melalui organisasi One Lexington tengah mempersiapkan dukungan trauma bagi masyarakat sekitar.
"Melalui One Lexington, kami mengorganisir acara dukungan trauma, dan akan segera mengumumkan detailnya," ujar Linda Gorton, Wali Kota Lexington.
Gubernur Kentucky Andy Beshear turut menyinggung peristiwa ini dalam pidatonya di acara makan malam Partai Demokrat Kentucky di Hyatt Regency, pusat kota Lexington, pada 15 Agustus.
"Mari kita pikirkan keluarga mereka yang terlibat. Namun karena telah kehilangan salah satu teman terdekat saya dalam sebuah penembakan, mari kita tidak hidup dalam ketakutan," kata Andy Beshear, Gubernur Kentucky.
Pernyataan Gubernur Beshear tersebut merujuk pada insiden penembakan Old National Bank di pusat kota Louisville pada tahun 2023 yang menewaskan sahabatnya, Tommy Elliott.
Sementara itu, Direktur One Lexington Devine Carama yang berada di lokasi kejadian membagikan kesaksiannya mengenai situasi mencekam saat letusan senjata api pecah.
"Saat mencoba melindungi dan menyelamatkan empat anak muda selama penembakan, seseorang yang berjarak 8 inci dari saya tertembak malam ini," tulis Devine Carama, Direktur One Lexington.
Momen tersebut memberikan trauma mendalam bagi Carama yang mengaku sudah sangat lama tidak berada dalam situasi berbahaya semacam itu.
"Sudah 20 tahun sejak saya berada sedekat itu dengan tembakan senjata api," tulis Devine Carama, Direktur One Lexington.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow