— Piala Dunia 2026 mencatat rekor baru yang tidak diinginkan: terjadi 14 gol bunuh diri sepanjang turnamen. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yaitu 12 gol pada edisi 2018.

Dua gol bunuh diri yang tercipta pada babak 32 besar menjadi penentu tercapainya rekor tersebut. Bek Mesir Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri saat melawan Australia, sedangkan bek Tanjung Verde Diney Borges melakukan hal serupa dalam laga melawan Argentina.

Jumlah itu bahkan dua kali lipat dari koleksi gol kapten Argentina, Lionel Messi, yang memimpin daftar top skor sementara dengan tujuh gol.

Rata-rata edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya menghasilkan tiga hingga enam gol bunuh diri per turnamen. Pada Piala Dunia 2022, misalnya, hanya tercipta dua gol bunuh diri.

Dari total 14 gol bunuh diri di Piala Dunia 2026, sebanyak 12 terjadi pada fase grup, sementara dua lainnya lahir pada babak 32 besar.

Catatan Pemain dan Penentuan Gol

Mohamed Hany mencatat sejarah tersendiri sebagai pemain pertama yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia; sebelumnya ia juga melakukan gol bunuh diri saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Belgia di fase grup.

Satu gol yang sempat dikreditkan kepada Cristian Romero dalam kemenangan Argentina atas Tanjung Verde akhirnya dinyatakan sebagai gol bunuh diri Diney Borges oleh otoritas pertandingan, karena menjadi sentuhan terakhir sebelum bola masuk ke gawang.

Format Baru Jadi Faktor

Bertambahnya jumlah gol bunuh diri diyakini terkait perubahan format Piala Dunia menjadi 48 negara. Dengan lebih banyak pertandingan, peluang terjadinya insiden yang sebelumnya jarang muncul juga meningkat.

Banyak laga mempertemukan tim unggulan dengan negara yang baru tampil di Piala Dunia, sehingga tekanan menghadapi serangan lawan—termasuk sepak pojok dan situasi bola mati—meningkatkan risiko gol bunuh diri.

Beberapa tim debutan yang tercatat mengalami insiden tersebut antara lain Tanjung Verde, Yordania, Uzbekistan, dan Qatar.

Tim yang Diuntungkan

Amerika Serikat menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan dari fenomena ini. Timnas AS memperoleh dua gol bunuh diri dari lawan sepanjang turnamen, masing-masing terjadi dalam laga melawan Paraguay dan Australia.

Capaian itu menempatkan AS sebagai tim kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mendapatkan dua gol bunuh diri dari lawan pada satu edisi, setelah Prancis pada Piala Dunia 2014.

Dengan masih tersisa sejumlah pertandingan fase gugur, total gol bunuh diri di Piala Dunia 2026 berpeluang bertambah dan memperlebar rekor yang kini tercipta.