— Pencapaian negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 dinilai jauh dari harapan. Dari sembilan tim yang berlaga, hanya dua—Australia dan Jepang—yang berhasil melaju dari fase grup, namun langkah keduanya terhenti di babak 32 besar.

Secara keseluruhan, wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mencatat hanya tiga kemenangan dari 29 pertandingan, meski format turnamen diperluas menjadi 48 tim. Iran pun tak berhasil lolos meski tidak menelan kekalahan, setelah meraih tiga hasil imbang di fase grup.

Australia dan Jepang menjadi satu-satunya perwakilan Asia yang melaju ke babak gugur. Australia tersingkir lewat adu penalti melawan Mesir setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Jepang gugur setelah kalah 1-2 dari Brasil menyusul gol pada menit akhir pertandingan.

Di antara wakil Asia, Jepang tampil paling menonjol. Tim Samurai Biru membuka turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Belanda, mengalahkan Tunisia 4-0, dan bermain imbang 1-1 melawan Swedia di fase grup.

Pencapaian Jepang diraih meski kehilangan beberapa pemain kunci. Wataru Endo dan Kaoru Mitoma berstatus absen karena cedera sebelum turnamen, sementara Takefusa Kubo mengalami cedera selama kompetisi berlangsung.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mengatakan, “Melalui tiga pertandingan babak penyisihan grup dan pertandingan sengit melawan Brasil, saya merasakan bahwa apa yang telah kita bangun mampu bersaing di panggung dunia.” Ia menambahkan, “Jika kita terus berkembang secara stabil, suatu hari nanti kita bisa menjadi yang terbaik di dunia.” (6/7/2026)

Analisis terhadap performa Australia menilai Socceroos belum konsisten setara tim elite dunia. Dalam empat pertandingan, Australia mencatat nilai ekspektasi gol (xG) sebesar 2,92 sebelum akhirnya tersingkir.

Dampak Berlanjut

Kegagalan wakil Asia di Piala Dunia 2026 memicu perubahan di beberapa federasi. Pada 6 Juli 2026, Chung Mong-gyu mengundurkan diri dari jabatan Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) setelah kritik tajam menyusul kegagalan tim nasional melaju dari fase grup. Chung mengakui ada saat ia memenuhi harapan dan saat ia mengecewakan publik.

Kapten Korea Selatan, Son Heung-min, juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui unggahan panjang di media sosial atas penampilan tim selama turnamen.

Di Arab Saudi, Presiden Federasi Sepak Bola negara itu, Yasser Al-Misehal, mengundurkan diri sehari setelah kegagalan tim nasional melaju dari fase grup. Al-Misehal menulis permintaan maaf dan menyatakan bertanggung jawab atas hasil yang jauh dari ambisi mereka.

Di Yordania, tiga kekalahan pada debut Piala Dunia berujung pada pemecatan pelatih Jamal Sellami. Sellami sebelumnya berhasil membawa Yordania lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya pada Juni 2025.

Masa depan pelatih Qatar dan Irak disebut masih menjadi bahan spekulasi setelah kedua tim finis di posisi terbawah grup masing-masing. Uzbekistan pun gagal meraih satu poin pun pada debutnya, namun pelatih Fabio Cannavaro mengatakan pengalaman ini berharga bagi pemain, staf, dan federasi.

Cannavaro menyatakan, “Semua pemain saya menyadari betapa sulitnya bermain di level ini. Kami memperoleh pengalaman berharga—bukan hanya para pemain, tetapi juga saya sendiri, staf kami, dan federasi.” Ia menambahkan, “Saya harap pengalaman ini akan memberi kita lebih banyak motivasi untuk masa depan.”