— Sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak pada semester I-2026, menyumbang 25,6% dari total dengan pertumbuhan tahunan 45,9%. Realisasi penerimaan pajak pada periode itu tercatat sebesar Rp 1.035,7 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR pada Selasa (7/7/2026), menyorot peran kenaikan harga bahan bakar minyak dan berkembangnya perdagangan digital sebagai pendorong utama.

“Sektor perdagangan masih menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan yang tinggi terutama didorong oleh meningkatnya harga bahan bakar minyak seiring kenaikan harga komoditas dunia serta berkembangnya aktivitas perdagangan digital,” ujar Purbaya.

Kontribusi Industri Pengolahan Dan Pertambangan

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar kedua, memberikan kontribusi 22,8% terhadap penerimaan pajak dan mencatat pertumbuhan 19,9% pada semester pertama 2026.

Purbaya menyebut pertumbuhan industri pengolahan khususnya ditopang oleh subsektor industri minyak kelapa sawit yang menikmati kenaikan harga dan peningkatan profitabilitas.

“Industri pengolahan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat terutama subsektor industri minyak kelapa sawit yang memperoleh manfaat dari meningkatnya harga dan profitabilitas,” kata Purbaya.

Sektor pertambangan membukukan pertumbuhan 22,8% dengan kontribusi 9,3% terhadap penerimaan pajak. Menurut Purbaya, kontribusi positif dari sektor pertambangan sebagian besar berasal dari subsektor minyak dan gas.

Perkembangan Sektor Lain

Sektor konstruksi dan real estat mencatat pertumbuhan 9,2% dan memberikan kontribusi 3,7% terhadap total penerimaan. Sementara itu, sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 10,7% dengan kontribusi 4,3%.

Sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan 14,7% dan menyumbang 3,2% terhadap penerimaan pajak. Kelompok jenis pajak lainnya tumbuh 18,3% dan memberikan kontribusi terbesar kedua, yakni 31,2% dari total penerimaan pajak semester I-2026.

Evaluasi Basis Penerimaan

Purbaya menilai pertumbuhan yang terjadi di berbagai sektor menunjukkan basis penerimaan negara semakin kuat dan tidak lagi bergantung pada satu sektor tertentu.

“Seluruh pertumbuhan yang lebih merata ini menjadi indikasi bahwa basis penerimaan negara semakin kuat dan tidak hanya bergantung pada satu sektor tertentu,” pungkas Purbaya.