— Anak yang tumbuh di era digital membutuhkan pendampingan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi memberi banyak peluang belajar dan eksplorasi, namun juga menuntut orang tua menjaga kualitas interaksi dan kedekatan emosional.

Psikolog Ajeng Raviando, Psi, menyatakan bahwa peran orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, percaya diri, dan mendapat kesempatan mengenali potensinya sejak dini.

Kualitas Interaksi Lebih Penting Daripada Lama Waktu

Ajeng menekankan bahwa bonding antara anak dan orang tua tidak hanya soal durasi bersama, melainkan kualitas hubungan yang terbentuk. Interaksi positif membantu anak mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian mencoba hal baru.

“Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents,” ujar Ajeng.

Perhatian terhadap aspek emosional menjadi bagian penting dalam pemahaman tumbuh kembang anak. Hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 10%—sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang diperiksa—terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk aspek emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Mulai Dari Masa Kehamilan

Perhatian terhadap tumbuh kembang anak idealnya dimulai sejak masa kehamilan. Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Erfenes, Sp.OG, menyampaikan bahwa investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal karena kondisi fisik dan emosional ibu menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak.

“Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal,” kata dr. Erfenes, menyoroti kontribusi keluarga dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah komplikasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung.

Setelah lahir, stimulasi yang sesuai usia serta kesempatan bereksplorasi menjadi kunci pengembangan kemampuan, karakter, dan potensi anak. Orang tua diminta memberi ruang bagi anak untuk mencoba, berekspresi, dan membangun kepercayaan diri.

Peran Stimulasi dan Permainan

Spesialis Anak, dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A., menuturkan bahwa mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya memastikan kondisi fisik sehat, tetapi juga memberi stimulasi sesuai tahap pertumbuhan.

“Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini,” ujar dr. Tumpal.

Ruang Interaksi dan Edukasi

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Konicare menyelenggarakan Happy Kids Academy 2026 bertema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare” pada 27–28 Juni 2026 di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta. Program ini menyediakan ruang interaksi bagi anak dan orang tua, menggabungkan edukasi, ruang ekspresi anak, dan aktivitas penguat hubungan keluarga.

Sesi edukasi yang menghadirkan dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog bertujuan memberi pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak, stimulasi sesuai tahap perkembangan, serta pentingnya membangun hubungan emosional positif antara orang tua dan anak.

Selain acara utama, rangkaian program mencakup school engagement di sejumlah sekolah dasar untuk memberi kesempatan anak mengeksplorasi bakat lewat aktivitas kreatif seperti kompetisi menyanyi dan tari modern, sekaligus mendorong keberanian tampil di depan publik.

Aktivitas Keluarga dan Sumber Daya

Pada acara Happy Kids Academy 2026, keluarga dapat mengikuti beragam aktivitas interaktif seperti Kids Play Zone, counselling session, color analysis, face painting, serta meet and greet dengan Densu Family sebagai brand ambassador Konicare. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengalaman kebersamaan antara orang tua dan anak.

Sebagai bagian dari inisiatif pendampingan keluarga, Konicare juga meluncurkan E-Book Seri ke-2 berjudul “101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua”. Program membaca dan mendongeng ini diharapkan menjadi kebiasaan sederhana yang membantu membangun komunikasi, mempererat ikatan emosional, dan menciptakan waktu berkualitas bersama anak.

Senior Brand Manager Konicare, Silvyati K Putri, menyatakan bahwa dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti perawatan sehari-hari, edukasi, dan interaksi positif antara orang tua dan anak.

“Anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy,” ujar Silvyati.