— PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek kabel laut Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3).

Uji FAT dilakukan bersama HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech), penyedia solusi jaringan kabel bawah laut (submarine network), sebagai bagian dari persiapan implementasi sistem kabel tersebut.

Tujuan dan Cakupan MIC-3

Sistem MIC-3 dirancang untuk menghadirkan komunikasi berkecepatan tinggi yang menghubungkan Singapura—sebagai salah satu gerbang digital internasional—dengan Indonesia. Rangkaian kabel ini juga diproyeksikan memperkuat interkoneksi di koridor Singapura–Johor–Batam.

Menurut keterangan resmi, MIC-3 diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital dan mendukung perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) serta pusat data di kawasan Asia Tenggara.

Posisi MORA Usai Merger

MORA merupakan hasil penggabungan antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik. Merger mendapat persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Maret 2026, dengan tanggal efektif penggabungan usaha atau day one ditetapkan pada 22 April 2026.

Pernyataan Pejabat Perusahaan

Chief Technology Officer MoraRepublic, Michael C. McPhail, menyatakan proyek MIC-3 merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat interkoneksi digital regional.

“Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional,” kata Michael dalam keterangan persnya, Kamis (2/7/2026).

Michael menambahkan proyek ini akan menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi antara Indonesia dan Singapura, serta menyediakan fleksibilitas branching untuk perluasan jaringan berkapasitas besar di masa depan.

“Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” ujar Michael.

Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, menyampaikan dukungan perusahaannya terhadap pembangunan jaringan backbone kabel bawah laut berkecepatan tinggi untuk MoraRepublic.

“Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat. Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan,” kata Ma Yanfeng.