Achmad Nur Hidayat — Redmi memperkenalkan K90 Ultra di China, menempatkan perangkat ini sebagai puncak seri K90 dengan penekanan pada performa untuk gaming dan pemakaian berat. Perangkat hadir setelah berbulan-bulan bocoran, membawa beberapa fitur yang dirancang untuk menjaga kinerja saat digunakan intensif.
Di jantungnya, Redmi K90 Ultra menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite. Untuk membedakan dari kompetitor, ponsel ini dilengkapi kipas pendingin aktif yang diklaim mampu menurunkan suhu hingga 10 derajat Celsius selama pemakaian intensif.
Fokus Performa dan Pendinginan
Selain kipas, Redmi menyematkan chip D2 khusus untuk interpolasi frame pada game, langkah yang menegaskan orientasi perangkat pada pengalaman bermain. Kombinasi chipset, kipas aktif, dan chip interpolasi ditujukan agar perangkat lebih stabil saat menjalankan beban berat.
Layar dan Baterai
Layar Redmi K90 Ultra berpanel AMOLED datar seluas 6,83 inci dengan resolusi 1280 x 2772 piksel. Panel mendukung refresh rate hingga 165Hz, puncak kecerahan 3.500 nits, serta teknologi full-array DC dimming untuk mengurangi flicker.
Untuk menopang sesi penggunaan panjang, ponsel dibekali baterai berkapasitas 8.550mAh. Pengisian daya mendukung fast charging 100W dan reverse wired charging 22,5W. Redmi menyertakan adaptor GaN 100W di dalam kotak penjualan.
Kamera dan Fitur Lain
Sektor kamera tidak menjadi fokus utama, tetapi tetap hadir dengan konfigurasi utama 50MP ber-OIS menggunakan sensor ukuran 1/1,55 inci, kamera ultrawide 8MP, serta kamera depan 20MP untuk swafoto dan panggilan video.
Perangkat juga membawa speaker stereo simetris yang disetel oleh Bose, serta sejumlah sertifikasi ketahanan yakni IP66, IP68, dan IP69. Perangkat menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16.
Harga dan Ketersediaan

Di pasar China, Redmi K90 Ultra dijual mulai dari 2.999 yuan atau sekitar Rp6,8 jutaan. Di atas kertas, kombinasi spesifikasi menonjol pada performa dan baterai.
Seperti beberapa model Redmi seri K sebelumnya, kemungkinan besar K90 Ultra tidak akan dipasarkan secara resmi di luar China. Berdasarkan strategi beberapa tahun terakhir, bagian teknologi atau spesifikasi serupa dapat muncul pada perangkat Poco untuk pasar global.
Ikuti Achmad Nur Hidayat
