Mitra Adiperkasa Catat Laba Bersih Naik 26 Persen Semester I 2026
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 26,49 persen menjadi Rp 1,21 triliun pada semester pertama 2026, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan strategi ekspansi global perusahaan, dilansir pada 30 Juli 2026.
Pendapatan bersih MAPI pada periode Januari–Juni 2026 mencapai Rp 24,15 triliun, meningkat 23,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,58 triliun. Penjualan eceran dan grosir menjadi kontributor utama dengan Rp 23,25 triliun, tumbuh 24,10 persen secara tahunan.
Selain itu, MAPI juga mencatat kenaikan laba usaha sebesar 23,21 persen menjadi Rp 2,02 triliun. Total aset perusahaan tercatat Rp 35,41 triliun, sementara liabilitas dan ekuitas masing-masing mencapai Rp 16,70 triliun dan Rp 18,7 triliun.
Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, menyatakan, "MAPI kembali mencatat kinerja yang resilien pada kuartal kedua tahun ini. Meski permintaan pelanggan mengalami normalisasi setelah periode Lebaran, customer traffic kembali meningkat sepanjang bulan Mei dan Juni, didukung oleh rangkaian libur panjang serta periode libur sekolah."
Ratih menambahkan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kekuatan portofolio MAPI yang terdiversifikasi serta merek-merek yang tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan. Strategi pertumbuhan berkelanjutan juga fokus pada perluasan jangkauan global dan efisiensi operasional.
"Perusahaan tidak hanya membenahi sistem internal, tetapi juga merambah pasar internasional dengan membawa merek unggulan ke negara tetangga," ujar Ratih. Contohnya adalah peluncuran Timberland di Thailand dan Abercrombie & Fitch serta Hollister di Filipina.
MAPI juga mengoptimalkan efisiensi melalui pengelolaan biaya dan proses back-end yang lebih disiplin, serta digitalisasi untuk memberikan layanan terbaik di semua platform.
Perusahaan juga berkomitmen membangun budaya kerja positif dan mengembangkan kapabilitas karyawan, yang diakui lewat penghargaan seperti "Best Companies to Work For in Asia" dan "Best Learning & Development."
Ratih menegaskan, "Di tengah ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik, kami lebih berhati-hati mengelola bisnis dengan memahami preferensi pelanggan, memperkuat kapabilitas omni-channel, dan menjaga adaptasi terhadap dinamika pasar."
Dia menambahkan, "Kami terus melakukan inisiatif keberlanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow