Menko Airlangga Menghadiri Tradisi Yaaqawiyyu di Jatinom Klaten

Smallest Font
Largest Font

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri puncak tradisi Grebeg Ageng Saparan Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Acara adat budaya tersebut diperkirakan menyedot perhatian hingga 50 ribu pengunjung yang memadati kawasan Jatinom.

"Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat," ucap Menko Airlangga Hartarto.

Penyelenggaraan tradisi tahunan ini mengusung tema Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti yang menekankan pentingnya sifat tawakal dan rendah hati dalam setiap pencapaian manusia.

"Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi," ujar Menko Airlangga Hartarto.

Rangkaian perayaan telah berjalan sejak 16 Juli 2026 yang diawali prosesi Ambuko Songsong Winadi, dilanjutkan semakan Al-Qur'an, haul, festival seni budaya, hingga kirab gunungan apem.

"Kita berharap bahwa apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig untuk terus dilanjutkan, terutama untuk kita mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat, nilai-nilai kebahagiaan dari masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun untuk menikmati apem," kata Menko Airlangga Hartarto.

Pelaksanaan agenda budaya ini berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima, pengelola parkir, hingga pembuat apem yang memproduksi sekitar 6 hingga 7 ton kue apem.

"Terdapat juga pemberdayaan sektor jasa yang diberikan oleh warga sekitar, seperti pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, dan warga yang membuka warung atau angkringan juga mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan yang datang selama rangkaian acara," kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed