Harga Emas Bertahan Stabil Didukung Pelemahan Dolar dan Kebijakan AS

Smallest Font
Largest Font

Harga emas bertahan stabil pada Jumat (21/8) di level US$ 4.514,23 per troy ounce, dalam tren kenaikan mingguan ketiga berturut-turut yang dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS dan kebijakan pembelian surat utang jangka panjang pemerintah AS.

Sepanjang pekan ini, harga emas naik 3,2%, sementara dolar AS turun lebih dari 0,8% ke level 98,82, mendekati titik terendah dalam tiga bulan terakhir, dilansir dari Investor Daily.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan rencana peningkatan pembelian kembali surat utang pemerintah (Treasuries) yang sebelumnya diumumkan Departemen Keuangan AS, dengan volume pembelian jangka panjang yang akan dilipatgandakan mencapai minimal US$ 4 miliar per operasi pada kuartal mendatang.

Langkah ini memicu penguatan harga emas yang juga didukung oleh pernyataan pejabat Federal Reserve yang mengungkapkan sikap hati-hati terkait dampak perubahan manajemen utang AS terhadap kebijakan moneter bank sentral.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap gejolak dan inflasi, suku bunga yang tinggi dapat mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil langsung.

Dari sisi geopolitik, Scott Bessent menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memberikan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran, yang turut memengaruhi dinamika pasar logam mulia.

Sementara itu, harga perak spot cenderung stabil di US$ 68,03 per ons, harga platinum naik 1,1% menjadi US$ 1.846,29, dan harga paladium tetap di angka US$ 1.333,11.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed