Gianni Infantino Diserang Javier Tebas usai Kritik Pengkritik Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kritik tajam menerpa Presiden FIFA Gianni Infantino usai ia mengunggah pernyataan menohok yang ditujukan kepada para pengkritik gelaran Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Detik Sport, Presiden LaLiga Javier Tebas langsung melayangkan serangan balik terhadap unggahan tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya, Infantino menyindir pihak-pihak yang melontarkan nada miring terhadap perhelatan sepak bola akbar tersebut. Ia merasa heran dengan pihak yang justru melewatkan momen kegembiraan dan kebersamaan dalam pertandingan.

"Kepada semua orang yang melewatkan pertandingan indah kami, emosi, perayaan, tawa, tangis, kekecewaan, dan kegembiraan. Kepada kalian semua yang melewatkan momen ketika anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk menikmati pertandingan indah ini... maaf karena kalian begitu diliputi kebencian dan kritik hingga melewatkan semuanya," tulis Infantino.

Ia juga menambahkan narasi mengenai kondisi dunia saat ini yang membutuhkan toleransi serta kasih sayang ketimbang perpecahan. Infantino menilai sebagian orang menyibukkan diri untuk menabur kebencian di tengah perayaan yang berlangsung.

"Saat mereka merayakan, kalian sibuk menabur benih kebencian. Dunia kita membutuhkan cinta, bukan kebencian; toleransi, bukan perpecahan; perayaan, bukan duka," tulis Infantino.

Sebagai penutup narasi dalam unggahannya, pimpinan FIFA itu meminta para pengkritiknya untuk meluangkan waktu sejenak guna merenungkan emosi nyata di lapangan.

"Bagi mereka yang menghabiskan waktu dan energi untuk membenci kami, tolong luangkan waktu sejenak untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola dan benar-benar perhatikan wajah-wajah, mata, serta emosi yang ada," tulis Gianni Infantino.

Respon pedas segera datang dari Javier Tebas. Melalui platform X, pimpinan kompetisi Liga Spanyol tersebut menilai pesan yang ditulis Infantino terasa sangat menyedihkan dan justru menimbulkan tanda tanya besar terkait tata kelola organisasi FIFA.

"Hari ini Gianni Infantino telah menulis pesan yang menyedihkan di akun Instagram-nya dan di akun-akun resmi FIFA," tulis Tebas.

Tebas menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola lembaga olahraga bukanlah sebuah bentuk kebencian, melainkan kewajiban mutlak. Menurutnya, pimpinan yang kuat seharusnya menjawab kekhawatiran publik, bukan malah mendiskreditkan pihak yang mengajukan pertanyaan pengawasan.

"Tak ada yang menyangkal sepakbola adalah tentang emosi dan persatuan. Namun, transparansi, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas bukanlah bentuk kebencian; itu adalah kewajiban. Lembaga yang kuat tidak akan mendiskreditkan mereka yang mengajukan pertanyaan; mereka justru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut," tulis Tebas.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan sikap defensif yang ditunjukkan oleh Infantino di tengah pengawasan publik terhadap kepemimpinannya.

"Dan sebuah renungan untukmu, Gianni: ketika seorang pemimpin mendedikasikan seluruh pesannya untuk mendiskreditkan mereka yang melakukan pengawasan yang sah, tak terelakkan untuk bertanya mengapa justru sekarang? Adakah sesuatu yang menjelaskan nada defensif itu? Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi yang tidak kita ketahui?" tanya Tebas.

Gelombang Kontroversi Seputar FIFA

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 memang diwarnai berbagai sorotan tajam yang mengarah pada sosok Infantino. Ia dinilai terlalu tunduk pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

Otoritas FIFA dianggap kehilangan ketegasannya saat berhadapan dengan regulasi pemerintah setempat. Salah satu dampaknya adalah pembatalan tugas wasit akibat kendala izin masuk serta larangan imigrasi di Amerika Serikat.

Ketegangan memuncak kala sanksi kartu merah penyerang Timnas AS, Folarin Balogun, mendadak ditangguhkan usai adanya intervensi. Kejadian tersebut memicu kecaman luas yang mempertanyakan integritas FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia.

Sebelum insiden ini, Tebas secara terbuka pernah mendesak agar Infantino segera meletakkan jabatannya. Sejumlah federasi sepak bola lain juga turut menyuarakan desakan agar FIFA berani mengakui deretan kesalahan pengorganisasian sepanjang turnamen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed