Dunia Tinju Berduka atas Meninggalnya Prichard Colon

Smallest Font
Largest Font

Organisasi tinju dunia World Boxing Council dan World Boxing Organization mengonfirmasi kabar duka atas meninggalnya mantan petinju Puerto Riko, Prichard Colon, pada usia 33 tahun.

Dua lembaga tinju tersebut merilis pernyataan resmi tak lama setelah Colon mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi pendarahan otak yang diidapnya sejak 2015.

"'Juara Hati' menjadi simbol global dari ketangguhan, iman, dan martabat," kata WBC.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh WBC sembari memuji pihak keluarga yang senantiasa mendampingi sang atlet dalam perjuangan hidupnya.

"Semangat juang, keberanian, dan kekuatannya melampaui batas ring tinju," kata WBO.

Pihak WBO menambahkan bahwa pertarungan terbesar Colon selama menjalani perawatan telah menjadi bukti ketabahan yang nyata.

Insiden pendarahan otak yang dialami Colon bermula dari pertarungan kelas welter super melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia. Dalam laga tersebut, Colon menerima beberapa pukulan ilegal di bagian belakang kepala sebelum akhirnya kalah diskualifikasi lantaran tim sudutnya salah melepas sarung tangan lebih awal.

Pascapengobatan darurat dan koma panjang, WBC menetapkan aturan baru mengenai larangan pukulan ke belakang kepala yang dinamai Aturan Prichard Colon. Musisi asal Puerto Riko, Benito Antonio Martinez Ocasio atau Bad Bunny, juga menyampaikan penghormatan khusus melalui surat terbuka di surat kabar El Nuevo Dia atas dedikasi dan warisan Colon bagi dunia olahraga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed