PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) meningkatkan modal anak usaha untuk mendukung ekspansi layanan digital. Perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp8,54 triliun melalui entitas anak langsungnya, PT DSST Mas Gemilang (DSST), kepada PT Bali Media Telekomunikasi (BMT).
Transaksi yang tercatat pada 6 Juli 2026 itu menambah seluruh saham baru BMT sebanyak 8.539.999.121 lembar saham. Setelah aksi korporasi, kepemilikan DSST di BMT naik dari 11,19 miliar saham menjadi 19,73 miliar saham, atau efektif menguasai 99,99% saham BMT.
“Perseroan melakukan peningkatan modal untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, serta mempercepat integrasi ekosistem layanan digital,”
Manajemen menyatakan langkah ini bagian dari strategi memperkuat struktur bisnis dan kapasitas pendanaan BMT agar dapat mendukung proyek strategis jangka panjang, termasuk pengembangan infrastruktur dan layanan digital.
Skala Transaksi dan Regulasi
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp8.539.999.121.000 atau setara US$ 502,56 juta. Menurut perseroan, transaksi ini memenuhi kriteria transaksi material berdasarkan POJK Nomor 17/POJK.04/2020 karena mencapai sekitar 21,22% dari total ekuitas konsolidasian DSSA per 31 Maret 2026.
Karena nilai transaksi masih di bawah 50% dari ekuitas perseroan, peningkatan modal tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Afiliasi dan Dampak Keuangan
Transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena terjadi antar-entitas dalam kelompok usaha DSSA. Perseroan menegaskan tidak terdapat benturan kepentingan yang merugikan antara direksi, komisaris, pemegang saham utama, dan kepentingan perseroan.
Manajemen juga memastikan penyertaan modal tidak berdampak negatif pada kondisi keuangan konsolidasian maupun kelangsungan usaha grup. Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Maret 2026, total aset konsolidasian tetap sebesar US$ 4,6 miliar dan liabilitas tercatat US$ 2,23 miliar.
Perseroan menambahkan bahwa proyeksi kinerja operasional konsolidasian—termasuk pendapatan usaha sebesar US$ 693,2 juta dan laba tahun berjalan US$ 118,5 juta—tidak mengalami perubahan material pasca transaksi.

Tinggalkan Balasan