— Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, memberikan apresiasi atas rangkaian acara ulang tahun ke-25 Investor Daily yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, forum itu hadir pada waktu yang tepat untuk membahas langkah penguatan pasar modal di tengah dinamika global.

Claudia menilai pertemuan antara regulator, emiten, dan pelaku pasar penting sebagai wadah edukasi sekaligus penyelarasan kebijakan. Ia menyebut respons positif dari investor ritel terhadap pengumuman MSCI menjadi salah satu konteks mengapa dialog seperti ini dibutuhkan.

IHSG Turun Bukan Krisis, Melainkan Peluang

Sebagai platform yang melayani jutaan investor ritel, Pluang melihat koreksi Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang tahun ini bukanlah tanda krisis, melainkan kesempatan. Claudia menyampaikan bahwa dari sisi fundamental, valuasi saham-saham Indonesia pada akhir Juni 2026 masih relatif murah.

“Rasio harga terhadap laba pasar Indonesia berada di kisaran 10 kali. Bahkan Bank Mandiri book value-nya cuma satu kali. Ini menjadi peluang bagi retail investor yang belum masuk untuk mulai berinvestasi karena harganya sudah sangat terdiskon,” ujar Claudia usai menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Dukung Kenaikan Ketentuan Free Float

Claudia menyambut kebijakan peningkatan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen. Ia mengakui implementasi di jangka pendek dapat menimbulkan tantangan bagi sejumlah emiten, namun menilai manfaat jangka panjangnya lebih besar untuk pengembangan pasar modal.

Ia mengutip pengalaman India, di mana kewajiban free float minimum 25 persen disebut berdampak pada pendalaman pasar. Menurut Claudia, peningkatan free float bisa memperluas partisipasi investor ritel dan menciptakan pasar yang lebih kuat serta stabil.

Peran Pluang Dalam Memperluas Akses Ritel

Claudia menegaskan komitmen Pluang mendukung emiten agar lebih dikenal oleh investor ritel. Ia menyoroti masih banyak perusahaan tercatat yang memiliki fundamental baik namun kurang dikenal karena keterbatasan fungsi investor relations.

“Melalui kapabilitas riset yang dimiliki, Pluang membuka peluang kolaborasi dengan para emiten untuk meningkatkan pemahaman investor ritel terhadap prospek dan fundamental perusahaan,” katanya, menekankan tujuan mendorong partisipasi investasi yang lebih berkualitas.

Transparansi Sebagai Kunci

Lebih jauh, Claudia menilai peningkatan jumlah investor ritel dapat memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia. Ia menyebut investor domestik dapat menjadi penopang ketika terjadi gejolak global dan arus keluar dana asing.

Menutup paparannya, Claudia menegaskan pentingnya transparansi agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati lebih luas. “Yang paling penting adalah kembali lagi transparansi. Bagaimana kita bisa membuat pasar modal yang lebih transparan kepada retail investor. Jangan hanya memperkaya yang sudah kaya. Bagaimana kita bisa membagikan kekayaan itu kepada retail dan masyarakat yang baru belajar investasi,” tegasnya.