AchmadNurHidayat.ID — Badan sepak bola dunia, FIFA, membatalkan sanksi larangan bertanding satu laga yang sebelumnya dijatuhkan kepada penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan itu diumumkan pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat sehingga Balogun dipastikan tersedia untuk laga babak 16 besar melawan Belgia di Seattle.
Keputusan FIFA itu menyusul adanya intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui akun Truth Social, Trump menyambut pembatalan tersebut dan menulis, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan yang besar ini!”
Pelibatan Pasal 27 Kode Disiplin
Sanksi awal diberikan setelah Balogun menerima kartu merah saat AS menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina. Sesuai regulasi standar, kartu merah biasanya berujung pada larangan bermain otomatis di pertandingan berikutnya tanpa hak banding.
Namun FIFA menyatakan pelaksanaan sanksi tersebut ditangguhkan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. “Pelaksanaan sanksi larangan tanding otomatis untuk pemain AS, Folarin Balogun, ditangguhkan dengan masa percobaan selama 1 (satu) tahun,” bunyi pernyataan resmi FIFA.
Komunikasi Antara Presiden AS dan Kepala FIFA
Menurut laporan jurnalis Ben Jacobs, Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mempertanyakan kartu merah yang diterima Balogun. Pemerintah AS juga mengirimkan bukti tambahan kepada Komite Disiplin FIFA berupa tayangan ulang lambat (slow-motion replay) yang digunakan wasit sebelum mengeluarkan kartu merah.
Keputusan membatalkan sanksi tersebut memicu protes dari pihak Belgia. Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan terkejut dan menilai FIFA telah melanggar aturannya sendiri. RBFA menyatakan sedang menyelidiki semua opsi potensial yang dapat diambil. UEFA diperkirakan akan memberikan komentar resmi dalam waktu dekat.
Pengaruh dan Kontroversi
Keputusan FIFA kembali menyoroti hubungan antara Trump dan Infantino. Laporan keuangan Trump 2025 menyebutkan Infantino memberikan 10 tiket VIP senilai 15.000 dolar AS kepada Trump untuk final Piala Dunia Antarklub FIFA di MetLife Stadium, New Jersey. Tahun lalu, FIFA juga menganugerahi Trump penghargaan perdamaian perdana mereka (inaugural peace prize).
Kehadiran Balogun menjadi kabar baik bagi AS jelang laga hidup-mati melawan Belgia. Striker berusia 25 tahun itu telah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan di Piala Dunia 2026 dan diprediksi menjadi andalan lini depan The Yanks.
Kontras Politik Dalam Negeri
Balogun adalah warga negara AS berdasarkan tempat lahir (birthright citizenship), meskipun tumbuh besar di Inggris. Kasus ini memicu perdebatan karena beberapa pekan lalu Mahkamah Agung AS menolak gugatan yang diajukan oleh Trump terkait aturan kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir; mayoritas hakim memutuskan bahwa individu yang lahir di AS otomatis berstatus warga negara.
Langkah Trump membela Balogun demi membatalkan sanksi memunculkan kritik atas standar ganda politik yang dianggap pragmatis: di satu sisi menentang hak kewarganegaraan otomatis, namun di sisi lain menggunakan pengaruh untuk menjaga status seorang atlet yang memperoleh kewarganegaraan melalui jalur tersebut.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
