— Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai ekonomi global masih menunjukkan daya tahan meski menghadapi tekanan geopolitik dan tantangan ekonomi berturut-turut. Perusahaan pengelola aset ini mengingatkan bahwa strategi investasi yang selektif dan aktif menjadi penting menjelang paruh kedua 2026.

Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyampaikan bahwa sementara pelemahan ekonomi global signifikan belum terlihat dalam jangka pendek, ketidakpastian tetap tinggi dan investor perlu menyesuaikan pendekatan portofolio.

Beberapa faktor yang disebut memengaruhi ketidakpastian adalah harga minyak yang masih tinggi, inflasi yang tetap di atas target di banyak negara maju, serta potensi peningkatan volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.

“Setelah sempat terganggu oleh kebijakan tarif AS, kondisi geopolitik di Timur Tengah kini mulai menunjukkan stabilisasi. Namun, sejumlah faktor masih perlu dicermati investor, termasuk harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar,”

pernyataan Tim CIO AllianzGI dalam Laporan House View Q3 2026 (02/07/2026).

Dalam kondisi tersebut, AllianzGI menilai pendekatan yang hanya mengandalkan beta pasar tidak lagi memadai untuk meraih imbal hasil optimal. Kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi dianggap krusial untuk menentukan kinerja portofolio, disertai kelincahan beradaptasi terhadap perubahan pasar.

“Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality,”

tambah Tim CIO AllianzGI.

Preferensi Saham dan Dampak AI

AllianzGI melihat prospek menarik pada saham value, terutama di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang masih menjadi pendorong pasar. Segmen ini dinilai memberikan diversifikasi sekaligus mendapat dukungan jika suku bunga tetap tinggi dalam jangka lebih lama.

Perusahaan juga menyatakan preferensi pasar secara sistematis terhadap saham AS dan pasar negara berkembang dibanding Eropa dan Jepang.

Strategi Pada Pendapatan Tetap

Pada kelas aset pendapatan tetap, AllianzGI mencatat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang cukup signifikan di pasar inti. Pengelolaan aktif atas eksposur obligasi pemerintah dan fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dianggap membantu meredam volatilitas.

Dokumen tersebut juga menyebutkan optimisme terhadap obligasi pemerintah jangka panjang tertentu, termasuk obligasi pemerintah Peru tenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil tenor 10 tahun dalam mata uang lokal.

Emas, Komoditas, dan Opsi

AllianzGI mempertahankan pandangan positif terhadap emas sebagai alat diversifikasi, mengingat perhatian pasar pada independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Selain emas, perusahaan tetap positif terhadap posisi long pada komoditas sebagai bagian diversifikasi portofolio.

Di tengah ketidakpastian, tim CIO juga merekomendasikan penggunaan strategi opsi untuk meningkatkan diversifikasi dan manajemen risiko portofolio.

“Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, penggunaan strategi opsi dapat meningkatkan diversifikasi portofolio,” tutup Tim CIO AllianzGI.