Seiring dengan diterimanya pendaftaran tiga calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), masing-masing pasangan calon (paslon) telah mempublikasikan dokumen visi-misi yang bisa diakses oleh masyarakat.

Mengenai visi-misi dari masing-masing pasangan calon semakin menjadi sorotan. Salah satu pasangan calon yang sedang berada dalam perhatian adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dalam mengevaluasi program mereka, dapat melihat komitmen yang kuat terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan.

Hanya AMIN yang tidak membahas IKN di Visi-Misinya

Salah satu hal yang menarik adalah ketidakhadiran program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam dokumen visi-misi mereka. Meskipun banyak yang meragukan apakah IKN akan tetap berlanjut jika Anies-Muhaimin terpilih, pendekatan ini sebenarnya mengindikasikan prioritas keuangan yang lebih bijak.

Meskipun program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak secara eksplisit dimasukkan dalam visi-misi Anies-Muhaimin, kemungkinan adanya versi teknokratik yang memasukkan IKN ke dalam program mereka.

Namun, ketidakhadiran IKN dalam dokumen visi-misi menunjukkan bahwa proyek ini tidak menjadi prioritas tertinggi dalam agenda mereka. Ini memiliki implikasi penting terhadap prioritas penganggaran, dengan kemungkinan pengurangan alokasi dana untuk IKN.

Keputusan Anies-Muhaimin untuk tidak mencakup IKN dalam program mereka adalah langkah yang wajar mengingat beban biaya yang tinggi yang harus ditanggung oleh APBN. Mereka lebih memilih fokus pada program-program baru yang mendesak dan membutuhkan pembiayaan.

Meskipun IKN tidak menjadi fokus utama mereka, program Anies-Muhaimin menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keadilan sosial dan keberlanjutan. Mereka mengarahkan perhatian pada program pembangunan di Kalimantan dengan tujuan mengurangi ketimpangan regional dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan prinsip keadilan.

Hal ini mencakup transformasi Kalimantan menjadi contoh dunia dalam penerapan ekonomi hijau dan energi terbarukan.

Anies Baswedan menjelaskan bahwa setiap Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk IKN, harus dievaluasi dengan melibatkan publik. Ini mencerminkan komitmen untuk membuat keputusan berdasarkan teknokrasi dan mendengar suara rakyat. Keputusan berdasarkan kepentingan nasional dan pengetahuan teknis adalah pendekatan yang bijak.

Pendekatan keadilan sosial dan kemanusiaan dalam program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Terlihat jelas bahwa Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mengambil pendekatan yang kuat terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan dalam visi-misi dan program kerja mereka. Ini mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Mengutamakan keadilan sosial berarti mereka memiliki komitmen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial yang telah lama menjadi perhatian. Ini dapat mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok-kelompok yang kurang beruntung, seperti petani, nelayan, dan pekerja kreatif.

Ini juga dapat mencakup upaya untuk memperbaiki akses pendidikan, perawatan kesehatan, dan peluang ekonomi untuk semua lapisan masyarakat.

Fokus pada kemanusiaan menunjukkan bahwa mereka memiliki komitmen untuk menghormati hak asasi manusia dan memastikan bahwa kebijakan publik mereka mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Ini bisa berarti peningkatan perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak dasar individu, serta upaya untuk memastikan perlakuan yang adil dan layanan yang memadai bagi semua warga negara.

Potensi positif dari program Anies-Muhaimin

Program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia jika diimplementasikan dengan baik. Pendekatan yang kuat terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, pemikiran jangka panjang yang mereka terapkan terkait kebijakan keuangan menunjukkan tanggung jawab dalam pengelolaan dana publik. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan kebijakan fiskal dan menghindari beban berlebihan pada APBN.

Perbandingan program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan calon presiden lainnya

Dalam membandingkan program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan calon presiden lainnya, terutama Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud, dapat disimpulkan bahwa program Anies-Muhaimin memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap kepentingan rakyat Indonesia. Ini adalah hasil dari pendekatan mereka yang sangat berfokus pada keadilan sosial dan kemanusiaan.

Pasangan Prabowo-Gibran, sebagaimana dijelaskan dalam dokumen visi-misi yang bisa diakses oleh masyarakat, menilai bahwa sumber masalah utama di Indonesia adalah ekonomi. Mereka fokus pada upaya membuat rakyat makmur sebagai prioritas utama. Namun, program-program seperti pemberian makan siang dan susu gratis serta menaikkan gaji ASN, meskipun penting, lebih berorientasi pada aspek ekonomi. Sementara itu, Anies-Muhaimin lebih fokus pada kesetaraan sosial dan kemanusiaan, yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Pasangan Ganjar-Mahfud, seperti disebutkan dalam dokumen visi-misinya, mengedepankan solusi berbasis digital sebagai respons terhadap masalah ekonomi yang terkait dengan digitalisasi. Meskipun digitalisasi adalah hal yang penting dalam era modern, fokus pada teknologi tidak selalu mencerminkan kebutuhan dasar masyarakat. Anies-Muhaimin dengan penekanan pada keadilan sosial dan kemanusiaan menunjukkan kesadaran yang kuat akan aspek-aspek sosial dan kepentingan rakyat yang lebih luas.

Dalam perbandingan ini, program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sangat pro-rakyat karena pendekatan mereka yang kuat terhadap keadilan sosial, kesetaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa hak-hak dasar individu dihormati dan ketidaksetaraan ekonomi dikurangi. Selain itu, keputusan bijak terkait IKN menunjukkan komitmen mereka untuk pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab demi kepentingan rakyat Indonesia.

Meskipun program lain memiliki nilai dan relevansi mereka sendiri, program Anies-Muhaimin secara khusus menekankan upaya untuk memprioritaskan kepentingan rakyat secara keseluruhan, yang mencerminkan komitmen pro-rakyat mereka yang sangat kuat.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta