KABARCIREBON – Pemerintah Kabupaten Kuningan harus kreatif mendesain wisata halal selama Bulan Suci Ramadan 1444 H atau 2023 M. Karena hal tersebut sedikit banyaknya dapat membantu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Pasalnya, di bulan suci ramadan, hampir sebagian besar warga Kabupaten Kuningan melaksanakan badah puasa dari pagi hingga maghrib. Dan malam harinya, dilanjut ibadah salat tarawih.

Selain, di bulan yang penuh berkah dan maghfirah tersebut, warga aktif menjajakan aneka makanan untuk berbuka sekaligus sahur.

Artinya, ini sebuah peluang ekonomi yang sangat besar jika dikelola dengan baik.

“Bulan suci ramadan ini bisa menjadi momen bagus bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk mempertimbangkan wisata halal,” kata Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat.

Menurut warga Kelurahan Winduhaji, wisata halal dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan muslim yang ingin merayakan bulan suci ramadan dengan suasana yang sesuai nilai-nilai agama.

Sehingga mesti dikemas dan diorganize secara baik untuk memajukan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan PAD daerah.

Namun, sebelum mengambil keputusan untuk mengembangkan wisata halal, pemda harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Di antaranya, infrastruktur yang tersedia, keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan serta kesesuaian budaya dan tradisi setempat.

Ditambah lagi, pemda harus memastikan bahwa wisata halal tidak merugikan lingkungan dan budaya lokal yang ada.

Karena jika sampai berhasil, manfaatnya sangat bagus bagi ekonomi daerah. Baik peningkatan PAD maupun lapangan pekerjaan.

Termasuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal dalam memasarkan produknya.

“Pengembangan wisata halal juga dapat mempromosikan pariwisata daerah secara global dan meningkatkan citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim,” tuturnya.

Di samping itu, pengembangan wisata halal akan mendorong sektor-sektor lain untuk meningkatkan PAD daerah selama bulan suci ramadan.

Dan pemda dapat pula mempertimbangkan alternatif lainnya. Seperti pengembangan produk lokal, promosi kuliner khas daerah atau pengembangan program kegiatan keagamaan yang menarik bagi wisatawan muslim.

“Wisata halal mesti dirancang secara matang oleh seluruh staekholders dan pihak swasata supaya bisa berjalan secara optimal dalam mengangkat nama daerah dan peningkatan PAD,” ucapnya.

Sumber: kabarcirebon.pikiran-rakyat.com